Kelas Inspiratif

Berprestasi adalah Keharusan dan Berkontribusi adalah Kewajiban

Hallo sahabat Keilmihan Unsri, Minggu, 18 Agustus 2019 Bo Fasco Unsri mengadakan kelas inspiratif lagi. Dan sebelumnya kita udah ngadain kelas inspiratif dengan Topik Kiat-Kiat Menjadi Mahasiswa Berprestasi Idaman Mertua. Dan sebagai lanjutannya topik yang dibahas kali ini adalah Berprestasi adalah Keharusan, Berkontribusi adalah Kewajiban dengan pembicara Birrul Qodriyah, S.Kep.,NS

Saat ini beliau tengah menyelesaikan Pendidikan S2 nya di jurusan Advancing Nursing Practice, The University of Edinburgh, Scotland, Britania Raya dengan beasiswa LPDP. Beliau juga menjadi salah satu alumni terinspiratif Fakultas Kedokteran UGM karena kiprahnya dalam menebarkan inspirasi dan motivasi pada ribuan bahkan mungkin ratus ribuan mahasiswa yang tersebar di seluruh penjuru nusantara.

Soal prestasi jangan ditanyakan lagi, belian memiliki banyak prestasi dari tingkat Lokal, Nasional, hingga Internasional. Untuk lebih jelasnya, kalian bisa membaca profil lengkapnya di blog resmi Blog Birrul Qodriyah.

Kelas Inspiratif kali ini di moderatori oleh Suci Inayah (Sistem Informasi Fasilkom UNSRI 2016). Kelas ini berlangsung secara online, dan diikuti oleh Mahasiswa Umum Universitas Sriwijaya.

Berikut ini telah Kami rangkum, dan telah kami siapkan hasil dari diskusi bersama pemateri:

Penyampaian Materi Secara Umum dari Birrul Qodriyah, S.Kep.,NS

Setiap individu diberikan potensi oleh Allah untuk dioptimalkan, ada yang diberikan kelebihan unggul dalam public speaking, unggul dalam olah fisik, unggul dalam akademik dll. Semuanya telah diberikan potensi oleh Allah..dan mengoptimalkan potensi tersebut menjadi sebuah pencapaian ‘prestasi’ tentunya adalah sebuah keharusan sebagai seorang hamba sekaligus seorang warga negara yang baik..


Tidak banyak orang yang diberikan peluang untuk mengecil manisnya pendidikan tinggi, karenanya..adek2 yang telah diberikan peluang untuk berilmu lebih banyak tentunya diharapkan bisa menebar manfaat dan kontribusi lebih banyak untuk bangsa ini..

Beberapa waktu lalu saya pas baru banget saya sampai di Indoensia saya diajak oleh suami saya menginap di salah satu penginapan cukup masyhur di jakarta, kebetulan saya dapat lantai 11 sehingga cukup leluasa untuk melihat panorama jakarta. Jam 3 pagi setelah selesai qiyamul lail dll saya sengaja melongok ke jendela yang cukup lebar…

Jalanan masih sepi. Lampu2 rumah dan gedung2 masih belum menyala. Tak ada nuansa kemacetan di jakarta. Lalu pandangan saya terarah pada dua gerobak kecil yang berjalan di antara sepinya jalan jakarta. Ya, jam 3 pagi nampak dua gerobak kecil berjalan.

Saya sebagai mahasiswa yang dibiayai negara untuk mengecup manisnya ilmu di mancanegara sungguh merasa malu, malu untuk sekedar mengeluh dalam sekedar mengerjakan tugas yang menumpuk ataupun penelitian yang rumit. Yang tentunya tak lebih sulit dan lebih rumit dari kehidupan bapak dua gerobak tadi.

Saya yang melihat bagaimana indahnya kemajuan UK, ingin rasanya lekas mengkritik bangsa ini. Namun saya terasa ditempeleng oleh diri sendiri. Sungguh, saya dikirim untuk menuntut banyak ilmu bukan untuk mengkritik bangsa dan mengeluh dengan kondisi bangsa melainkan untuk turut memberikan solusi bagi kemajuan bangsa.

Maka pada adek2ku, gunakanlah peluang menuntut ilmu mu sebaik2nya selagi bisa. Karena tak pernah ada kesempatan kedua. Yang ada adalah kesempatan lain yang berbeda

Hanya sedikit orang di negeri kita ini yang bersesempatan mengecup manisnya ilmu. Maka tak perlu mengeluh dengan pahitnya proses menuntut ilmu. Terlalu banyak masyarakat di luar sana yang lebih pahit lagi mengecup kehidupan..Siapa lagi yang menjadi harapan mereka kalau bukan kita?

Masuk Pada Sesi Tanya Jawab dengan Pemateri

Pertanyaan 1:

Nama : syarif mukhtar
Jurusan: ilmu hukum
Pertanyaan : 1. mba birul, apa si mba kebermanfaatan bagi orang lain menurut mba, dan bagaimana kita sebagai mahasiswa menjalankan peran itu. ? 2.tips dan trik supaya bisa banyak prestasi seperti mba apa ya? Sampe bisa kuliah di luar negri dan mendapat beasiswa lpdp?

Pertanyaan 2:

Nama : Safitri Bety Robiyah
Jurusan: Agroekoteknologi
Pertanyaan : kak gimana sih cara bagi waktu belajar sama kegiatan yang lain ? Gimana juga cara kakak jaga kesehatan kak ?
Terimakasih kak

Pertanyaan 3:

Nama/Jurusan : Royan Dwi Saputra/ Sistem Informasi
Pertanyaan : Kadang takut akan gagal itu menjadi momok terbesar dalam memulai sesuatu. Apalagi terkadang kita juga menaruh ekspektasi yang besar akan hal tersebut, sehingga ketakutan akan gagal itu makin menjadi. Menurut Mbak dan juga pengalaman yang telah Mbak lalui, bagaimana sih cara Mbak untuk mengatasi hal tersebut? Terima Kasih 🙏

Pertanyaan 4:

Nama: Alek Sander
Jurusan : Sistem Informasi
Pertanyaan: Selamat malam k birul qodriyah. Selama ini hanya bisa lihat kk dari youtube, dan Alhamdulillah bisa dipertemukan di kelas ini. Kk saya memiliki keinginan yg besar untuk berprestasi. Saya sudah mengenali cukup baik, tentang diri saya dan potensi apa saja yang ada pada diri saya ini. Namun yang menjadi masalah, saya sering kebingungan harus mulai dari mana terlebih dahulu k? Dan saat ingin mengikuti sebuah kompetisi/ perlombaan, ke percayaan diri saya berkurang k. Sehingga menyebabkan saya, sering menganggalkan rencana mengikuti kompetisi/lomba tersebut. Nah kira – kira Gimana ya k, mengatasi hal tersebut? Terimakasih sebelumnya k.

Pertanyaan 5:
Nama : Fitri Wulandari
Jurusan: PGSD
Pertanyaan :Mba, konstribusi seperti apakah yg diwajibkan itu. Saya sering bertanya kepada temen” apa arti konstribusi dan mereka mengatakan bahwa kontribusi itu adalah terjun langsung di lapangan (organisasi, lomba”,dll) .Tidak cukupkah kami, khususnya sebagai perempuan cukup menuntut ilmu sebagai bekal melahirkan generasi” hebat nantinya?

Pertanyaan 6:

Nama : Naurah Athaya
Jurusan : Ilmu administrasi Publik
Pertanyaan : Salah satu yang menjadi kontribusi kak Birrul yaitu dengan mendirikan dan membangun sebuah komunitas atau organisasi. Bagaimana cara kakak dalam membangun dan menjalankan komunitas dan organisasi tersebut sehingga dinilai mampu memberikan kebermanfaatannya bagi masyarakat? Serta apa saja peran yang diberikan dari komunitas atau organisasi yang kakak dirikan tersebut?

Jawaban Dari Sang Pemateri :

Jawaban Pertanyaan 1:

Kebermanfaatan itu adalah impact/ dampak perubahan lebih baik yang kita berikan pada lingkungan. Bisa dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan volunteer, melakukan kegiatan sosial masyarakat, aktif di organisasi dan turut berkontribusi dalam program2, penelitian untuk masyarakat, penyuluhan, memberikan les gratis pada tetangga2, ikut ngajar TPA,dll. Jawaban soal nomor 1 Silakan melihat video di https://youtu.be/O5z6a6dhYCA

Jawaban Pertanyaan 2:

Intinya selain membagi prioritas, membuat agenda, life plan dll. Kita harus sadar kapasitas diri kita. Karena setiap orang punya kapasitas yang berbeda2 . Selain kapasitas, juga punya gaya belajar dan kecenderungan belajar yang berbeda ..ada orang yang tipe introvert, extrovert, audio, visual dll. Sehingga preferences setiap orang tidak bisa disamakan satu sama lain untuk bisa mencapai hasil yang maksimal

Jawaban Pertanyaan 3:

Bagi saya tidak ada rumus gagal, karena semua yang kita lakukan pasti memberi pengalaman dan pelajaran baru untuk bertumbuh. Tambahan jawaban dari materi untuk membaca di https://birrulsholikhah.blogspot.com/2019/01/belajar-itu-tidak-hanya-tentang-hasil.html

Jawaban Pertanyaan 4:

Waah selamat dek Alex sudah bisa mengenali potensi diri dll, artinya sebenarnya adek sudah memulai. Karena sblm mulai mengembangkan potensi yang kudu banget kita lakukan adalah mengenali potensi yang kita miliki untuk dikembangkan. Kalau saya karena tipikalnya learning by doing dan learning by example, maka saya biasanya memulainya dengan beneran ikut lomba dek.

Saya akan bertanya ke kakak angkatan saya yang pernah ikut lomba yang sama atau mirip2 dengan yang saya minati tsb. Selanjutnya yang saya lakukan adalah saya beneran ikut. Dari situ saya akan belajar dari lapangan untuk mengukur seberapa jauh kapasitas yang kita miliki.

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah dengan mencari teman yang bisa diajak berkolaborasi jika kita takut ikut lomba sendiri. Gabung dengan kelompok kakak angkatan yang pernah menang lomba tsb dll

Jawaban Pertanyaan 5:

Jika adek2 adalah insan berpendidikan, terlalu banyak harapan masyarakat yang diberikan kepada kita. Mendidik peradaban melalui keluarga adalah peran dan cita2 mulia, namun hanya melakukan itu tanpa berkontribusi lebih luas di masyarakat menurut saya adalah sama saja dengan “kurang peduli” dengan lingkungan, semacam membangun menara sendiri tetapi lupa memancarkan sinar pada lingkungan. Bukankah representasi dari ilmu adalah kebermanfaatan? Maka jika adek2 suatu hari pun memilih menjadi ibu rumah tangga, pastikan tidak hanya membangun peradaban keluarga tetapi warnailah masyarakat dengan ilmu yang telah adek punya agar manfaat yang adek berikan lebih luas. Bukankah sebaik2 manusia adalah yang paling banyak impact/ manfaatnya bagi lingkungan?

Jawaban Pertanyaan 6:

Saya menyadari bahwa saya tidak bisa bergerak sendiri dek, karena gelombang saya terlalu kecil untuk menggerakkan sebuah kapal di lautan. Saya mengumpulkan energi dengan mengajak orang dengan frekuensi dan visi sama dnegan saya untuk menebar manfaat. Sedikit usaha menebar kebermanfaatan yang saya lakukan seperti:
Mendirikan TPA di kampung halaman bersama orangtua saya
Mendirikan TPA extension di lingkungan saya tinggal bersama suami
Mendirikan Aqsha Clinic, klinik dhuafa cuma2 berkolaborasi dengan teman2 sejawat kesehatan Dll.

Karena jika kita menyadari bahwa kita tak mampu bergerak sendiri, ajaklah teman dengan frekuensi yang sama untuk menciptakan gelombang yang lebih besar untuk membuat impact kebermanfaatan 🙏🏻

Terimakasih banyak adek2 semua atas pertanyaan2 dan diskusi yang telah diberikan. Kakak senang sekali bisa bertemu dan berdiskusi dengan adek2 semua meskipun via online. Semoga sedikit pengalaman yang kakak bagikan ada kebaikan yang bisa diambil ya adek2..

Kakak biasanya menuliskan pengalaman kakak via blog kakak: www.birrulsholikhah.blogspot.com

Dan via IG kakak: @birrulqodriyyah

Catatan Terakhir dari Pemateri:

Baik, terakhir kakak hanya ingin berpesan kepada adek2 semua. Terlampau sedikit pemuda di negeri ini yang diberikan kesempatan untuk mengecup manisnya ilmu di pendidikan tinggi. Karenanya terlampau banyak harapan yang dititipkan masyarakat kepada adek2 semua selaku mahasiswa. Carilah ilmu dan pengalaman sebanyak2nya selagi bisa.

Tebarkan manfaat kebaikan sebanyak2nya selagi bisa. Karena buah dari ilmu adalah impact/ kebermanfaatan. Maka saya selalu ingat sebuah mahfudhot (kata2 mutiara) dari guru saya: al ‘ilmu bilaa ‘amalin kassyajari bilaa tsamarin…Sungguh ilmu yang tidak diamalkan itu seperti pohon yang tidak berbuah.

Ya seperti halnya menara yang menjulang tinggi namun tak bisa memancarkan sinyal2 kebermanfaatan bagi masyarakat di sekitarnya..

Saling belajar dan saling mengingatkan ya adek2 semua, semoga kita termasuk orang berilmu yang ilmunya membawa berkah dan kebermanfaatan, bukan hanya bagi diri sendiri tetapi bagi lingkungan..

Karena ilmu itu ibarat cahaya, tentunya cahaya itu menebarkan sinarnya kepada lingkungan di sekitarnya, hingga yang tadinya redup menjadi terang benderang karena pancaran cahaya tsb..

Terimakasih banyak adek2..Kakak undur diri ya adek2. Mohon maaf lahir bathin jika ada kekurangan dan kesalahan. Jika ada adek2 ada yang ingin bertanya lebih lanjut, mhn agar dm via ig ya adek2. Mhn maaf apabila yang beranya2 via wa sering tdk saya balas krn teramat banyaknya.

Demikianlah hasil Materi yang didapatkan dari kelas Inspiratif Fasco. Semoga bermanfaat, sampai jumpa di kelas online berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close